Keputusan untuk berpisah memang tidak mudah, apalagi saat ada anak yang menjadi penyeimbang di antara keduanya. Namun, yang dilakukan Audi Marissa dan Anthony Xie layak diacungi jempol. Meski rumah tangga mereka tidak lagi berjalan seperti sedia kala, keduanya justru menunjukkan kedewasaan dengan tetap fokus pada pengasuhan anak.
Kesepakatan yang Dibangun Sebelum Gugatan
Menurut kuasa hukum Anthony, Rendi Rumapea, sebelum gugatan cerai dilayangkan, Audi dan Anthony sudah duduk bersama membahas masa depan sang anak. Mereka tidak ingin perceraian membuat buah hati mereka kehilangan sosok ayah atau ibu. Karena itu, kesepakatan pengasuhan bersama pun menjadi prioritas utama.
"Mereka sudah membicarakan yang baik-baik sebelum adanya gugatan. Meskipun hubungan rumah tangga tidak bisa berjalan, mereka fokus pada parenting untuk anaknya," ujar Rendi.
Hak Asuh dan Akses Bertemu yang Fleksibel
Meski hak asuh berada di tangan Anthony, Audi tetap memiliki kebebasan untuk bertemu dan mengasuh anak mereka. Keputusan ini bukanlah hal yang dipaksakan, melainkan hasil diskusi matang keduanya. "Tidak ada yang merasa syok atau kaget karena semua sudah disepakati," tambah Rendi.
Hal ini membuktikan bahwa komunikasi yang baik antara mantan pasangan sangat menentukan kenyamanan anak. Mereka berdua sepakat bahwa anak harus tetap merasakan kehadiran kedua orang tuanya, meski dalam status yang berbeda.
Anak Tetap Prioritas Utama
Perceraian memang mengubah banyak hal, tapi tidak untuk cinta dan tanggung jawab orang tua. Audi dan Anthony berkomitmen menjaga perasaan anak agar tidak merasa kehilangan. Mereka berusaha memberikan pola asuh yang sama seperti sebelum perceraian, sehingga anak tidak merasakan perubahan yang drastis.
"Bagaimana caranya anak ini tidak merasakan kehilangan ayah dan ibunya saja. Meskipun bercerai, anak tetap merasakan hal yang serupa seperti sebelum adanya perceraian," pungkas Rendi.
Pelajaran Berharga bagi Orang Tua
Kisah Audi dan Anthony menjadi contoh bahwa perceraian bukan berarti putusnya hubungan pengasuhan. Anak tetap berhak mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Kunci utamanya adalah komunikasi yang baik, saling menghargai, dan menomorduakan ego demi kebahagiaan si kecil.
Bagi para orang tua yang sedang menghadapi situasi serupa, penting untuk selalu mengingat bahwa anak adalah korban paling rentan dalam perceraian. Maka, sudah menjadi kewajiban kita untuk melindungi mereka dengan tetap hadir secara emosional dan fisik, apa pun status hubungan kita dengan mantan pasangan.